Gembira di hari kiamat, hal itu adalah salah satu pahala yang didapatkan oleh setiap muslim jika mereka berbagi. Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Kebahagiaan di hari kiamat ini adalah impian setiap seorang muslim. Seorang muslim akan mencari pahala sebanyaknya melalui berbagi agar mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Di luar bulan Ramadhan, berbagi makanan sudah menjadi ibadah yang sangat baik. Terutama berbagi makanan kepada orang-orang yang tidak dapat mendapatkan makanannya sendiri. Dalam bulan Ramadhan ini, keistimewaan berbagi makanan memiliki keutamaannya sendiri. Ditambah lagi kita membagi makanan kepada orang-orang yang berpuasa dan sedang menahan lapar. Dalam berbagi makanan di bulan puasa, tidak ada ketentuan dalam pemberiannya meskipun kita hanya memberikan air atau buah saja. Hal ini karena kita memiliki tujuan utama untuk memberikan kepada yang membutuhkan. Dalam HR Muslim, disebutkan Rasulullah berpesan kepada istrinya jika ia memasak sayur, maka perbanyak airnya agar ia dapat membagikan makanan kepada orang yang banyak meski isinya tidak seberapa. Datangnya bulan Ramadhan tentu saja akan membawa banyak keistimewaan dalam tindakan berpahala, apalagi berbagi makanan kepada yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apa Saja Keutamaan Berbagi Makanan di Bulan Ramadhan? Ada banyak sekali keutamaan berbagi makanan di bulan Ramadhan, diantaranya Gembira di Hari Kiamat Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Seorang muslim yang berbagi di luar bulan Ramadhan akan mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Apalagi seorang muslim yang berbagi di bulan Ramadhan. Pahala dalam berbagi akan dilipatgandakan jika kita lakukan dalam bulan puasa. Dan kita pun akan mendapat kegembiraan di hari kiamat jika kita berbagi di bulan penuh berkah ini. Mendapat Minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum dan Buah-Buahan di Surga “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak,” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Adapun ar-rahiq al-makhtum adalah khamr surga atau minuman surga. Ar-rahiq sendiri adalah khamr murni atau masih minuman asli, tidak bisa dipalsukan. Adapun al-makhtum yang artinya dilak atau dikunci, hanya boleh dibuka oleh tuannya. Menandakan bahwa minuman tersebut adalah minuman yang sangat istimewa. Ada juga yang mengklaim bahwa minuman tersebut mengandung minyak musk. Keistimewaan ini adalah kenikmatan yang tidak ada tandingannya. Menghapus Dosa Kita Nabi Muhammad bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“HR. At-Tirmidzi. Bulan yang penuh berkah ini kita harusnya gunakan untuk mengejar pahala sebanyak banyaknya. Salah satu keutamaan berbagi ini adalah penghapus dosa kita sebelumnya. Keutamaan ini tentu saja hanya kita bisa dapatkan di bulan penuh berkah ini dan kita harus berlomba lomba untuk memperbanyak berbagi agar dosa kita dapat dihapuskan oleh Allah SWT. Mendapatkan Pahala dari Orang yang Berpuasa Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu anhu, berkata Rasulullah SAW. bersabda “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi Jika kita membagikan makanan kepada orang yang berpuasa, kita juga senantiasa akan mendapatkan pahala puasa yang dijalankan oleh orang yang kita berikan tanpa mengurangi pahala orang itu. Dalam berbagi makanan, kita sebaiknya cari orang sebanyak banyaknya untuk diberikan. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang menerima makanan dari kita, maka semakin banyak pula puasa yang mengalir dari orang orang yang berpuasa dan kita bagikan makanan. Belakangan ini, Zakat Sukses telah melakukan berbagi program “berbagi takjil Mie Ayam Goceng”. Dimana Zakat Sukses telah membagikan sebanyak kurang lebih 100 porsi takjil yang berupa satu paket porsi Mie Ayam yang merupakan produk dari program Satu RW Satu Usaha. Setelah membaca banyak sekali keuatamaan dalam berbagi di bulan Ramadhan penu berkah ini, tentu saja kalian dapat mengejar pahalanya dengan melakukan berbagi kepada orang puasa. Zakat sukses memiliki platform untuk menyalurkan donasi kalian untuk berbagi buka puasa melalui Jadi, marilah kita berlomba lomba mencari pahala di bulan puasa ini dengan berbagi kepada orang orang yang sedang berpuasa. Karena sungguh, berbagi adalah hal yang paling mulia sebagai seorang muslim dan kita dapat merasakannya di hari kiamat nanti dimana kita akan berbahagia karena pahala berbagi yang kita lakukan semasa hidup kita.
Pertamaadalah mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Hal tersebut bisa didapatkan walaupun hanya memberi makan berupa kudapan saja. Kedua adalah mengantarkan seorang muslim menuju ridha Allah. Dikatakan bahwa shalat, puasa, dan sedekah dapat mengantarkan diri seorang muslim menuju keridhaan Allah. Ramadan Inspirasi dan Doa Sabtu, 17 April 2021 - 0000 WIB Doa kepada orang yang memberi makan dan minum VIVA – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam. Di bulan suci yang pernuh berkah ini para umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba mengumpulkan pahala, dengan berbuat kebaikan terhadap sesama dan memperbanyak amal ibadah. Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk diamalkan di bulan Ramadhan yaitu memberi makan dan minum pada umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah shaum. Apabila ada yang memberi makanan dan minuman untuk umat muslim yang sedang berpuasa, ada baiknya mendoakan dengan doa berikut “Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” Artinya “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makanan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” HR. Muslim.Memberi makan dan minum pada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan tentu banyak manfaat dan keutamaannya. Apa saja keutamaan memberi makan dan minum bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan? Yuk simak artikel berikut. Memberi makan orang berpuasa pahalanya sama dengan orang yang berpuasa Di bulan Ramadhan banyak sekali pahala yang bisa kita dapatkan. Apabila kita sedang menjalankan ibadah puasa, kita juga bisa mendapat pahala yang berlipat jika kita memberi makan dan minum kepada orang yang berpuasa. Halaman Selanjutnya “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5192. Kami kirim berita paling update di pagi dan sore hari langsung ke telegram Kamu! Pssst ada quiz dan giveaway juga Topik Terkait Inspirasi Dan Doa Ramadhan Berpuasa Makanan Minuman Jangan Lewatkan Terpopuler Tiga transfer pemain baru untuk menggantikan kemungkinan lima pemain yang bakal hengkang. Seolah tak ada habisnya, Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu kembali menuai kontroversi di media sosial. Terkini, Panji Gumilang gelar Natalan di masjid Ponpes Al Zaytun Meninggal di Jakarta. Inspektorat DKI disebut perlu turun tangan memeriksa kasus pelanggaran ruko Pluit Niaga, Jakarta Utara yang memakan badan jalan dan menutup saluran air. Berikut deretan 5 rangkuman artikel terpopuler kanal Showbiz dalam Round Up sepanjang edisi Senin 12 Juni 2023. Selengkapnya VIVA Networks Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap agar All New Toyota Yaris Cross bisa di ekspor ke Australia, sehingga menjadi tantangan Toyota Indonesia. Tercatat ada 4 merek asal China yang hadir di pameran tahunan GIIAS 2023 nanti, yaitu Neta, GWM Tank, Ora, dan Haval. Bagaimana Chery melihat persaingan ini? Selengkapnya Isu Terkini PendapatUlama Tentang 2 Ayat Al Baqarah. Imam Nawawi menyatakan bahwa maksud Allah Ta’ala memberi kecukupan adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, 2 ayat tersebut jadi pengganti shalat malam. Selain itu, ada juga ulama yang menyampaikan bahwa ketika baca 2 ayat terakhir Al Baqarah di malam hari maka ia dijauhkanLumajangNetwork - Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Ungkapan tersebut cukup populer di masyarakat, yang substansi sebenarnya merupakan ajaran Islam. Ungkapan tersebut sebenarnya berasal dari sebuah hadits shahih. Yang riwayat lengkapnya sebagai berikut عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” Hadits Muttafaqun alaih, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri no. 1427 dan Muslim 124 Baca Juga KH Abdul Hakam Kholiq Wafat, Pesantren Tebuireng Jombang Kehilangan Sosok Kharismatik Hadits ini mengajarkan tentang keutamaan memberi ketimbang menerima. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga melarang orang yang meminta-minta, padahal dia mampu. عن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه قال قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَنْ سَأَلَ النَّاس تَكَثُّراً فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْراً ، فَلْيسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ » رواه مسلم Dari Sayyidina Abi Hurairah رضي اللَّهُ عنه berkata "Baginda Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya "Barangsiapa yang meminta-minta kepada orang-orang dengan maksud supaya menjadi banyak apa yang dimilikinya terus saja meminta-minta , maka sebenarnyalah orang itu meminta bara api. Maka dari itu sebaiknya ia memilih hendak menjadikan sedikit atau menjadikan banyaksiksanya" Baca Juga Hadits Harian Menuntut Ilmu dan Memburu HartaDoa hari ini أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِلله وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن Kami telah berpagi hari dan pagi hari ini segala kekuasaan adalah milik Alloh, Rabb semesta alam. Terkini
Dahulubanyak dari kalangan salaf lebih mendahulukan (memberi) buka puasa (sementara) dia masih dalam kondisi berpuasa. Diantaranya Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, Dawud At-Thoi, Malik bin Dinar dan Ahmad bin Hanbal. Biasanya Ibnu Umar tidak berbuka melainkan bersama orang-orang yatim dan orang miskin. Dahulu diantara salaf ada yang memberikanApa saja keutamaan sedekah sumur dan memberi minum air? Ini adalah judul dalam Sunan Abi Daud “Keutamaan Memberi Minum Air”. Ada hadits yang dibawakan berikut ini. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu alaihi wa sallam, “Sedekah air.” HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684. Hadits ini tidak bersambung, Sa’id bin Al-Musayyib tidak bercumpa dengan Sa’ad bin Ubadah. Hadits ini punya syawahid atau penguat tetapi dhaif. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 962. Dalam riwayat An-Nasai disebutkan sebagai berikut, Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin Ubadah, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya. Keutamaan sedekah sumur Dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ ». قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لأُمِّ سَعْدٍ “Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad ibundaku meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad ibundaku.” HR. Abu Daud, no. 1681. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Sedekah air mendapatkan rahiqul makhtum Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak.” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa sanad hadits ini dha’if dikarenakan dalam sanadnya terdapat perawi yang dikenal mudallis yaitu Abu Khalid Ad-Daalani. Hadits ini punya penguat yang juga dhaif sekali dalam riwayat Tirmidzi. Kenapa sampai air menjadi sedekah yang afdal? Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi, penulis kitab Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi. Lihat Aun Al-Ma’bud, 376. Semoga bermanfaat dan sedekah sumur serta air dapat menjadi amal jariyah untuk kita semua. Baca Juga Keutamaan Sedekah Saat Wabah Corona Melanda Kisah Wanita Pezina yang Memberi Minum pada Anjing Referensi Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi. Penerbit Darul Fayha’. — Darush Sholihin, 24 Jumadal Ula 1442 H, 8 Januari 2021 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Lalu apa saja keutamaan sholat dhuha hingga tata cara mengerjakannya secara benar? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (19/10/2021), simak ulasan mengenai tata cara, doa, hingga keutamaan sholat dhuha yang berikut ini. Penyebabnya Tak Memberi Uang. 5 Dampak yang Dialami oleh Tubuhmu saat Minum Kopi Susu Setiap Hari. Raffi Ahmad Beli