Marikita telusuri 5 (lima) keutamaan memberi yang akan mendatangkan pancaran kebaikan untuk jejak kita sebagai berikut, 1. Keutamaan Memberi dengan Nafkah 2. Keutamaan Memberi dengan Makan 3. Keutamaan Memberi dengan Nasihat 4. Keutamaan Memberi dengan Salam 5. Keutamaan Memberi dengan Hadiah 1. Keutamaan Memberi dengan
Pengertian, Jenis dan Keutamaan Infaq Apa saja keutamaan infaq? Jika kamu ingin mempelajari pengertian infaq dan manafaat serta keutaman infaq di bawah ini akan kami berikan informasinya secara ringkas dan jelas. Pengertian Infaq Infaq merupakan salah satu jenis amalan yang dianjurkan dalam agama islam untuk kita lakukan setiap hari. Amalan ini dapat kita lakukan dimana saja dan kapan saja tanpa harus mempertimbangkan waktu terbaik untuk berinfaq. Contohnya ketika kamu sedang berangkat ke kator melihat ada fakir miskin sedang duduk di pinggir jalan, kamu bisa memberikannya uang. Maka hal yang telah kamu lakukan tersebut disebut infaq. Secara bahasa infaq berasal dari bahasa arab yaitu anfaqa yang artinya membiayai atau membelanjakan harta yang berhubungan dengan perintah dari Allah SWT. Menurut KBBI infaq adalah memberikan sumbangan harta selain zakat untuk hal kebaikan. Menurut UU No 23 Tahun 2011, infaq adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang ataupun sebuah badan usaha selain zakat untuk kepentingan umum. Infaq merupakan salah satu kegiatan memberi yang memiliki banyak manfaat. Dan hukum memberi dengan berinfaq dan berzakat tercantum pada hadits keutamaan memberi dalam hadist HR Al Bukhari dan Muslim, HR Ath-Thabrani dan HR Baihaqi. Jenis Infaq Dalam Islam Dalam ajaran agama islam perintah untuk berinfaq terdapat dalam surat Ali-Imran ayat 133 – 134 di Al-Aquran. Infaq memiliki beberapa jenis yang berbeda berdasarkan hukumnya. Infaq Mubah Infaq ini adalah infaq yang dikeluarkan untuk sesuatu perkara yang mubah contohnya bercocok tanam dan berdagang. Infaq Wajib Adalah infaq yang dikeluarkan untuk sebuah perkara yang wajib dengan contoh menafkahi istri, membayar mahar dan lainnya. Infaq Haram Adalah infaq yang dilakukan dan menjadi haram karena tujuan dari infaq itu sendiri diharamkan oleh ajaran agama Islam. Infaq Sunnah Adalah infaq yang disunahkan karena memiliki tujuan memberikannya kepada yang membutuhkannya. Keutamaan Infaq Ada banyak manfaat dan keutaman infaq yang bisa kita dapatkan seperti Mendapatkan Ganjaran Yang Besar Mendapatkan balasan yang besar dari Allah SWT ketika kita menlakukannya dengan rasa ikhlas. Didoakan oleh Malaikat Kita akan mendapatkan doa dari malaikat setiap pagi dan sore ketika berinfaq di jalan Allah. Sehingga Malaikat akan mendoakan kita yang berinfaq untuk diberikan ganti atas infaq yang tulus dan ikhlas diberikan kepada yang membutuhkan. Membuka Pintu Rizeki Kita akan mendapatkan kemudahan rezeki dalam segala hal oleh Allah SWT. Karena dengan kita rajin berinfaq maka akan dapat membukakan pintu rezeki sebesar-besarnya. Membersihkan Harta Dengan melakukan infaq dengan ikhlas maka akan membersihkan harta kita miliki, dan rutin berinfaq tidak akan membuat kita menjadi orang miskin. Mendatangkan Kebaikan Tentunya dengan melakukan infaq akan ada sangat banyak kebaikan yang bisa menutupi kita dari keburukan yang pernah kita lakukan. Menyembuhkan Diri Dari Penyakit Keutaman infaq terakhir adalah dapat menyembuhkan diri kita dari segala macam penyakit yang kita derita selama ini. Menghapus Dosa Dengan berinfaq kita juga akan dihapuskan dosa-dosa yang telah lalu oleh Allah SWT. Memiliki Rasa Syukur Dengan berinfaq atau menyisihkan sebagaian harta untuk diberikan kepada orang yang membutuhkan akan membuat kita lebih bersyukur. Karena kita bisa melihat masih ada banyak orang yang tidak berkecukupan untuk kehidupan sehari-hari. Jadi itulah tadi keutaman infaq, jadi tidak ada yang tidak baik dari kegiatan berinfaq setiap hari. Berapapun uang yang kamu berikan tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupanmu dan orang lain yang kamu beri bantuannya. Jadi mulailah hari ini dengan memberikan sebagian hartamu di jalan Allah SWT, untuk membantu orang yang membutuhkannya agar kita bisa mendapatkan banyak manfaat dair berinfaq yang disebutkan di atas.
Halini perlu kita ketahui agar kita bisa mengetahui antara keutamaan mengerjakan shalat ashar dan ancaman dari meninggalkannya. 1. Orang Yang Meninggalkan shalat Ashar seperti kehilangan harta dan keluarganya. Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID dNr2AppCjuig9gNliUFmYT6j6pLxJv3QL5Sqr7iFSoc_StKCZlbgOQ==
IHRAMCO.ID, JAKARTA -- Ulama besar dan ahli tafsir Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, Syekh Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi menjelaskan, untuk mengetahui keutamaan bulan Ramadhan, maka tentu merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman, "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi
Memberi makan orang yang berpuasa memiliki begitu banyak keutamaan, apalagi saat bulan Ramadhan seperti saat ini, dimana pahala yang akan didapatkan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Belum lagi di tambah dengan masa pandemi yang membuat kondisi Saat ini perhatian semua orang sedang terfokus kepada virus corona. Bagaimana tidak, virus yang semula muncul pada tahun 2019 ini sudah ditetapkan statusnya sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia WHO karena telah menyerang banyak sekali manusia di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Republik Indonesia sendiri memprediksi, jika wabah ini terus berlanjut hingga 29 Mei mendatang, artinya kita akan melewati bulan suci bagi seluruh muslim di dunia yaitu Ramadhan. Hal ini tentunya menjadi sebuah keresahan tersendiri mengingat kejadian seperti ini sangat jarang terjadi. Namun, sebagai seorang muslim kita tidak boleh lengah, jangan sampai sebuah wabah menjadikan lalai dalam beribadah. Setelah kita semua berusaha dengan maksimal, harus juga disertai dengan bertawakal kepada Allah. Tetap melaksanakan shalat dengan tata cara yang sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia MUI dan para ulama, dan tidak lupa juga tetap bersedekah dengan harta yang kita miliki. Pahala memberi makan orang puasa Pahala memberi makan orang puasa1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa2. Salah Satu Jalan Menuju Surga3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta6. Sedekah akan Meredam Murka Allah7. Sedekah akan Memadamkan Dosa8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Berhubung Ramadhan sudah dekat, selain wajib berpuasa bagi setiap orang beriman, ada lagi satu ibadah sederhana yang apabila kita lakukan, maka akan mendapat pahala sangat banyak. Ibadah tersebut adalah bersedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apa saja sih keutamaannya? Berikut ada 8 keutamaan memberi makan orang berpuasa yang sudah kami rangkum untuk Sahabat semuanya. Dibaca hingga akhir ya, Sahabat 1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa Siapa yang tidak ingin dengan hanya sekali puasa, tapi pahala puasanya dobel? Nah, kalau Sahabat ingin seperti itu, satu kegiatan ini cocok banget untuk kamu aplikasikan. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5 192. Bukankah, hal tersebut begitu menguntungkan? 2. Salah Satu Jalan Menuju Surga Tak perlu bingung mencari cara biar bisa dapat tiket surga. Nah, salah satu bekalnya adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apalagi jika dilengkapi dengan ikut berpuasa juga, melaksanakan shalat malam dan selalu berkata jujur dalam setiap aktivitasnya. “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduy berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” HR. Tirmidzi no. 1984 3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah Ibnu Rajab Al-Hambali menyatakan, “Puasa, shalat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298 Hayo, apa engga semakin termotivasi? 4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat Setiap orang nantinya akan mendapat naungan dari amal baiknya di padang mahsyar hingga ia mendapatkan keputusan. Nah, salah satu kebaikan yang bisa kamu lakukan adalah bersedekah dengan cara memberi makan orang yang berpuasa. Sederhana bukan? 5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” HR. Muslim, no. 2588. Dijelaskan oleh Imam Nawawi, maksud dari hadits di atas adalah Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. Syarh Shahih Muslim, 16 128 6. Sedekah akan Meredam Murka Allah Sedekah menjadikan Allah lebih sayang kepada seorang manusia dan meredam murkanya Allah. Masa sih kamu gamau disayang oleh Allah? Caranya pun gampang, salah satunya dengan memberi makan orang berpuasa. 7. Sedekah akan Memadamkan Dosa Sahabat pasti tahu kan kalau air itu bisa memadamkan api? Nah seperti itu juga dengan sedekah. Sedekah itu ibaratkan air, dan dosa itu ibaratkan api. Dengan sedekah memberi makan orang berpuasa, bisa memadamkan dosa-dosamu Sahabat. 8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, Do’a orang yang terdzolimi.” Pasti mau kan didoakan oleh orang yang berpuasa? Baca Juga 20 Tips Sederhana Mempersiapkan Ramadhan — Sahabat Itulah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan dengan cara memberi makan orang berpuasa. Tentunya kita mau ya mendapatkan semua keutamaan itu. Tunggu apa lagi Sahabat, yuk siapkan sedekah terbaikmu dengan salah satu caranya adalah memberi makan orang berpuasa. Mau ya? Klik di sini jika kamu ingin memberi makan untuk berbuka puasa di pedalaman.
Setelahsebelumnya kita sudah membahas keutamaan mempelajari Al-Quran, ayo coba sekarang kita perluas dengan apa saja sih keutamaan dengan membaca Al-Quran beserta dalil dalilnya. yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al Isra : 9)
Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat muslim karena menjadi bulan penuh rahmat Allah. Di bulan ini pun, segala bentuk amalan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk amalan membaca Al-Quran. Tak hanya mendapatkan pahala berlipat, ternyata ada banyak keutamaan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan ini. Artikel terkait 10 Manfaat Membaca Al-Quran yang Perlu Diketahui Keluarga Sebetulnya, saat tak Ramadhan pun umat muslim tetap dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan kitab yang menjadi pedoman hidup umat muslim ini. Bahkan dikatakan pengandaian seorang muslim yang membacanya dalam hadits Muttafaq Alaih. “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca AL-Quran adalah seperti kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis, Orang munafik yang membaca Al-Quran adalah seperti tumbuhan raihaanah kemangi; aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Quranadalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit,” HR. Bukhari-Muslim. Ramadhan sendiri merupakan momen pertama kalinya Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Oleh karena itu, membaca dan mentadaburi isinya amat dianjurkan bagi setiap umat Islam. Lalu apa saja keutamaan yang bisa didapatkan? Keutamaan membaca Al-Quran 1. Mendapatkan pahala berkali lipat Dalam hadits disebutkan bahwa berbagai amalan yang kita lakukan akan berkali lipat pahalanya asalkan disertai dengan niat yang baik. Niat yang dimaksud ialah keinginan untuk beribadah karena Allah, termasuk dalam membaca Al-Quran. “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah kepada ketaatan, wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” Al Hadist. Artikel Terkait Yuk, baca doa anjuran dari Rasulullah agar terhindar dari berbagai penyakit 2. Mendapat ketenangan hati Membaca Al-Quran secara rutin membuat hati kita menjadi jauh lebih tenang. Sebagaimana yang telah Allah SWT sebutkan bahwasanya kalamullah bisa menjadi obat dari segala penyakit jiwa. وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌۭ وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًۭا “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim Al-Qur’an itu hanya akan menambah kerugian.” QS. Al-Isra [17] ayat 82 3. Keutamaan membaca Al-Quran bisa mendapat syafaat Bagi umat muslim yang rutin membaca dan mengkaji Al-Quran, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Al-Quran yang ia baca akan memberikan syafaat di hari kiamat kelak. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits berikut. اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553. 4. Berada bersama para malaikat Seseorang yang cinta pada Al-Quran dan senantiasa membacanya, akan Allah tempatkan bersama para malaikat-Nya. عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّلَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala,” HR. Muslim. Artikel Terkait 6 Amalan ibadah bagi perempuan haid di bulan suci Ramadhan, apa saja? 5. Menjadikan waktu lebih produktif Saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan, alangkah baiknya kita memang mengisinya dengan berbagai amalan yang bernilai baik untuk bekal di akhirat. Kita tak pernah tahu, apakah di tahun selanjut kan kita masih akan berjumpa dengan Ramadhan, ataukah ini merupakan Ramadhan kita yang terakhir. Oleh karena itu, kita hendaknya menjalani bulan suci ini dengan ibadah secara maksimal, termasuk di dalamnya membaca dan mengkaji Al-Quran. 6. Diangkat derajatnya Allah SWT berjanji pada hambaNya bahwa siapa pun yang memuliakan Al-Quran akan diangkat derajatnya. Inikah yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khatab radiyalahu anhu, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda. اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” Nah Parents, itulah berbagai keutamaan membaca Al-Quran baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat Ramadhan. Mari mengisi waktu di bulan Ramadhan dengan amalan-amalan positif seperti membaca dan mengkaji Al-Quran. Baca Juga Ramadhan tiba, ajarkan 7 makna puasa ini pada si kecil, yuk! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
Dengancara apa? Salah satunya dengan memberi pembelajaran kehidupan yang sebenarnya di pondok pesantren. Di pondok pesantren inilah anak-anak kita akan dilatih untuk membentuk karakter istimewa yang berbeda sekali dengan yang lain. Apa saja karakter-karakter itu? Yuk, simak ulasannya di bawah ini: 1. Membentuk karakter mandiri

Gembira di hari kiamat, hal itu adalah salah satu pahala yang didapatkan oleh setiap muslim jika mereka berbagi. Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Kebahagiaan di hari kiamat ini adalah impian setiap seorang muslim. Seorang muslim akan mencari pahala sebanyaknya melalui berbagi agar mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Di luar bulan Ramadhan, berbagi makanan sudah menjadi ibadah yang sangat baik. Terutama berbagi makanan kepada orang-orang yang tidak dapat mendapatkan makanannya sendiri. Dalam bulan Ramadhan ini, keistimewaan berbagi makanan memiliki keutamaannya sendiri. Ditambah lagi kita membagi makanan kepada orang-orang yang berpuasa dan sedang menahan lapar. Dalam berbagi makanan di bulan puasa, tidak ada ketentuan dalam pemberiannya meskipun kita hanya memberikan air atau buah saja. Hal ini karena kita memiliki tujuan utama untuk memberikan kepada yang membutuhkan. Dalam HR Muslim, disebutkan Rasulullah berpesan kepada istrinya jika ia memasak sayur, maka perbanyak airnya agar ia dapat membagikan makanan kepada orang yang banyak meski isinya tidak seberapa. Datangnya bulan Ramadhan tentu saja akan membawa banyak keistimewaan dalam tindakan berpahala, apalagi berbagi makanan kepada yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apa Saja Keutamaan Berbagi Makanan di Bulan Ramadhan? Ada banyak sekali keutamaan berbagi makanan di bulan Ramadhan, diantaranya Gembira di Hari Kiamat Nabi SAW berpesan, “Barangsiapa yang menjumpai saudaranya yang Muslim dengan memberi sesuatu yang disukainya agar dia gembira, maka Allah akan membuatnya gembira pada hari kiamat.” HR. Thabrani. Seorang muslim yang berbagi di luar bulan Ramadhan akan mendapatkan kebahagiaan di hari kiamat. Apalagi seorang muslim yang berbagi di bulan Ramadhan. Pahala dalam berbagi akan dilipatgandakan jika kita lakukan dalam bulan puasa. Dan kita pun akan mendapat kegembiraan di hari kiamat jika kita berbagi di bulan penuh berkah ini. Mendapat Minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum dan Buah-Buahan di Surga “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak,” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Adapun ar-rahiq al-makhtum adalah khamr surga atau minuman surga. Ar-rahiq sendiri adalah khamr murni atau masih minuman asli, tidak bisa dipalsukan. Adapun al-makhtum yang artinya dilak atau dikunci, hanya boleh dibuka oleh tuannya. Menandakan bahwa minuman tersebut adalah minuman yang sangat istimewa. Ada juga yang mengklaim bahwa minuman tersebut mengandung minyak musk. Keistimewaan ini adalah kenikmatan yang tidak ada tandingannya. Menghapus Dosa Kita Nabi Muhammad bersabda “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api“HR. At-Tirmidzi. Bulan yang penuh berkah ini kita harusnya gunakan untuk mengejar pahala sebanyak banyaknya. Salah satu keutamaan berbagi ini adalah penghapus dosa kita sebelumnya. Keutamaan ini tentu saja hanya kita bisa dapatkan di bulan penuh berkah ini dan kita harus berlomba lomba untuk memperbanyak berbagi agar dosa kita dapat dihapuskan oleh Allah SWT. Mendapatkan Pahala dari Orang yang Berpuasa Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu anhu, berkata Rasulullah SAW. bersabda “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi Jika kita membagikan makanan kepada orang yang berpuasa, kita juga senantiasa akan mendapatkan pahala puasa yang dijalankan oleh orang yang kita berikan tanpa mengurangi pahala orang itu. Dalam berbagi makanan, kita sebaiknya cari orang sebanyak banyaknya untuk diberikan. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang menerima makanan dari kita, maka semakin banyak pula puasa yang mengalir dari orang orang yang berpuasa dan kita bagikan makanan. Belakangan ini, Zakat Sukses telah melakukan berbagi program “berbagi takjil Mie Ayam Goceng”. Dimana Zakat Sukses telah membagikan sebanyak kurang lebih 100 porsi takjil yang berupa satu paket porsi Mie Ayam yang merupakan produk dari program Satu RW Satu Usaha. Setelah membaca banyak sekali keuatamaan dalam berbagi di bulan Ramadhan penu berkah ini, tentu saja kalian dapat mengejar pahalanya dengan melakukan berbagi kepada orang puasa. Zakat sukses memiliki platform untuk menyalurkan donasi kalian untuk berbagi buka puasa melalui Jadi, marilah kita berlomba lomba mencari pahala di bulan puasa ini dengan berbagi kepada orang orang yang sedang berpuasa. Karena sungguh, berbagi adalah hal yang paling mulia sebagai seorang muslim dan kita dapat merasakannya di hari kiamat nanti dimana kita akan berbahagia karena pahala berbagi yang kita lakukan semasa hidup kita.

Pertamaadalah mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa. Hal tersebut bisa didapatkan walaupun hanya memberi makan berupa kudapan saja. Kedua adalah mengantarkan seorang muslim menuju ridha Allah. Dikatakan bahwa shalat, puasa, dan sedekah dapat mengantarkan diri seorang muslim menuju keridhaan Allah.  Ramadan Inspirasi dan Doa Sabtu, 17 April 2021 - 0000 WIB Doa kepada orang yang memberi makan dan minum VIVA – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam. Di bulan suci yang pernuh berkah ini para umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba mengumpulkan pahala, dengan berbuat kebaikan terhadap sesama dan memperbanyak amal ibadah. Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk diamalkan di bulan Ramadhan yaitu memberi makan dan minum pada umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah shaum. Apabila ada yang memberi makanan dan minuman untuk umat muslim yang sedang berpuasa, ada baiknya mendoakan dengan doa berikut “Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” Artinya “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makanan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku,” HR. Muslim.Memberi makan dan minum pada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan tentu banyak manfaat dan keutamaannya. Apa saja keutamaan memberi makan dan minum bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan? Yuk simak artikel berikut. Memberi makan orang berpuasa pahalanya sama dengan orang yang berpuasa Di bulan Ramadhan banyak sekali pahala yang bisa kita dapatkan. Apabila kita sedang menjalankan ibadah puasa, kita juga bisa mendapat pahala yang berlipat jika kita memberi makan dan minum kepada orang yang berpuasa. Halaman Selanjutnya “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5192. Kami kirim berita paling update di pagi dan sore hari langsung ke telegram Kamu! Pssst ada quiz dan giveaway juga Topik Terkait Inspirasi Dan Doa Ramadhan Berpuasa Makanan Minuman Jangan Lewatkan Terpopuler Tiga transfer pemain baru untuk menggantikan kemungkinan lima pemain yang bakal hengkang. Seolah tak ada habisnya, Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu kembali menuai kontroversi di media sosial. Terkini, Panji Gumilang gelar Natalan di masjid Ponpes Al Zaytun Meninggal di Jakarta. Inspektorat DKI disebut perlu turun tangan memeriksa kasus pelanggaran ruko Pluit Niaga, Jakarta Utara yang memakan badan jalan dan menutup saluran air. Berikut deretan 5 rangkuman artikel terpopuler kanal Showbiz dalam Round Up sepanjang edisi Senin 12 Juni 2023. Selengkapnya  VIVA Networks Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap agar All New Toyota Yaris Cross bisa di ekspor ke Australia, sehingga menjadi tantangan Toyota Indonesia. Tercatat ada 4 merek asal China yang hadir di pameran tahunan GIIAS 2023 nanti, yaitu Neta, GWM Tank, Ora, dan Haval. Bagaimana Chery melihat persaingan ini? Selengkapnya  Isu Terkini PendapatUlama Tentang 2 Ayat Al Baqarah. Imam Nawawi menyatakan bahwa maksud Allah Ta’ala memberi kecukupan adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, 2 ayat tersebut jadi pengganti shalat malam. Selain itu, ada juga ulama yang menyampaikan bahwa ketika baca 2 ayat terakhir Al Baqarah di malam hari maka ia dijauhkan
LumajangNetwork - Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Ungkapan tersebut cukup populer di masyarakat, yang substansi sebenarnya merupakan ajaran Islam. Ungkapan tersebut sebenarnya berasal dari sebuah hadits shahih. Yang riwayat lengkapnya sebagai berikut عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” Hadits Muttafaqun alaih, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri no. 1427 dan Muslim 124 Baca Juga KH Abdul Hakam Kholiq Wafat, Pesantren Tebuireng Jombang Kehilangan Sosok Kharismatik Hadits ini mengajarkan tentang keutamaan memberi ketimbang menerima. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga melarang orang yang meminta-minta, padahal dia mampu. عن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه قال قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَنْ سَأَلَ النَّاس تَكَثُّراً فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْراً ، فَلْيسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ » رواه مسلم Dari Sayyidina Abi Hurairah رضي اللَّهُ عنه berkata "Baginda Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda yang maksudnya "Barangsiapa yang meminta-minta kepada orang-orang dengan maksud supaya menjadi banyak apa yang dimilikinya terus saja meminta-minta , maka sebenarnyalah orang itu meminta bara api. Maka dari itu sebaiknya ia memilih hendak menjadikan sedikit atau menjadikan banyaksiksanya" Baca Juga Hadits Harian Menuntut Ilmu dan Memburu HartaDoa hari ini أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ ِلله وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْن Kami telah berpagi hari dan pagi hari ini segala kekuasaan adalah milik Alloh, Rabb semesta alam. Terkini
Dahulubanyak dari kalangan salaf lebih mendahulukan (memberi) buka puasa (sementara) dia masih dalam kondisi berpuasa. Diantaranya Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, Dawud At-Thoi, Malik bin Dinar dan Ahmad bin Hanbal. Biasanya Ibnu Umar tidak berbuka melainkan bersama orang-orang yatim dan orang miskin. Dahulu diantara salaf ada yang memberikan
Apa saja keutamaan sedekah sumur dan memberi minum air? Ini adalah judul dalam Sunan Abi Daud “Keutamaan Memberi Minum Air”. Ada hadits yang dibawakan berikut ini. Dari Sa’id bahwasanya Sa’ad mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya, أَىُّ الصَّدَقَةِ أَعْجَبُ إِلَيْكَ قَالَ الْمَاءُ ». “Sedekah apa yang paling engkau sukai.” Jawab beliau shallallahu alaihi wa sallam, “Sedekah air.” HR. Abu Daud, no. 1679 dan An-Nasai, no. 3694; 3695; Ibnu Majah, no. 3684. Hadits ini tidak bersambung, Sa’id bin Al-Musayyib tidak bercumpa dengan Sa’ad bin Ubadah. Hadits ini punya syawahid atau penguat tetapi dhaif. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain sebagaimana disebutkan dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 962. Dalam riwayat An-Nasai disebutkan sebagai berikut, Dari Sa’id bin Al-Musayyib, dari Sa’ad bin Ubadah, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ سَقْيُ الْمَاءِ “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal dunia, apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang paling afdal?” Jawab Nabi shallallahu alaihi wa sallam, “Memberi minum air.” HR. An-Nasai, no. 3694 dan 3695. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya. Keutamaan sedekah sumur Dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu anhu, ia berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَىُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ ». قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لأُمِّ سَعْدٍ “Wahai Rasulullah, bahwasanya Ummu Sa’ad ibundaku meninggal dunia. Sedekah apakah yang afdal untuknya?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Sedekah air.” Lantas Sa’ad pun menggali sumur untuk ibunya, lalu ia mengatakan, “Ini sumur untuk Ummu Sa’ad ibundaku.” HR. Abu Daud, no. 1681. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Sedekah air mendapatkan rahiqul makhtum Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda, أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ “Muslim mana saja yang memberi pakaian orang Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga. Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah akan memberinya minuman Ar-Rahiq Al-Makhtum khamr yang dilak.” HR. Abu Daud, no. 1682; Tirmidzi, no. 2449. Al-Hafizh Abu Thahir menyatakan bahwa sanad hadits ini dha’if dikarenakan dalam sanadnya terdapat perawi yang dikenal mudallis yaitu Abu Khalid Ad-Daalani. Hadits ini punya penguat yang juga dhaif sekali dalam riwayat Tirmidzi. Kenapa sampai air menjadi sedekah yang afdal? Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi, penulis kitab Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Air dikatakan sebagai sedekah yang lebih utama karena kemanfaatannya sangat luas untuk urusan agama dan duniawi. Lihat Aun Al-Ma’bud, 376. Semoga bermanfaat dan sedekah sumur serta air dapat menjadi amal jariyah untuk kita semua. Baca Juga Keutamaan Sedekah Saat Wabah Corona Melanda Kisah Wanita Pezina yang Memberi Minum pada Anjing Referensi Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Abu Abdirrahman Syarof Al-Haqq Muhammad Asyraf Ash-Shidiqi Al-Azhim Abaadi. Penerbit Darul Fayha’. — Darush Sholihin, 24 Jumadal Ula 1442 H, 8 Januari 2021 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Lalu apa saja keutamaan sholat dhuha hingga tata cara mengerjakannya secara benar? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (19/10/2021), simak ulasan mengenai tata cara, doa, hingga keutamaan sholat dhuha yang berikut ini. Penyebabnya Tak Memberi Uang. 5 Dampak yang Dialami oleh Tubuhmu saat Minum Kopi Susu Setiap Hari. Raffi Ahmad Beli
JAKARTA-Salah satu pesan Rasulullah SAW dalam dakwah saat Haji Wada adalah saling menasihati sesama umat Islam. Nasihat dipesankan Rasulullah agar ketakwaan dan ketaatan kepada Allah terus meningkat. "Memberikan nasihat agar menjadikan kita semua tetap dalam ketakwaan dan taat kepada Allah SWT," kata Ustazah Lilis Yulistiawati, pendiri Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an, saat menyampaikan tausiyah virtualnya, Sabtu 4/7. Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah Muhammad, ketakwaan dan ketaatan harus di atas segalanya. Apalagi hal itu sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim dan teladan kita semua baginda Rasulullah SAW."Saling memberikan nasihat agar kita senatiasa mentaati Allah SWT," katanya. Di dalam Alquran surah Al Maidah ayat 45 Allah SWT telah menegaskan tentang manusia mesti taat terhadap perintahnya. "Siapa saja yang tidak memerintah dengan apa yang Allah turunkan al-Quran, mereka itulah kaum zalim."Selain saling menasihati, Rasulullah juga berpesan agar kita selalu berpegang teguh pada Alquran dan as-Sunnah. Beliau Muhammad SAW telah menjamin saiapapun yang istiqamah berpegang teguh pada keduanya, tak akan pernah tersesat selama-lamanya. "Sebaliknya ketika kita tidak berpegang teguh pada Alquran dan as-Sunnah maka akan mengundang murka Allah SWT," corona adalah bagian dari ujian keistiqomahan ini, maka dari itu tidak jarang orang tidak istiqomah setelah mengalami musibah. Oleh karena itu perayaan qurban khususnya pada saat pandemi corona saat ini haruslah jadi sejatinya adalah perayaan kedekatan dan ketaatan diri kita kepada Allah SWT. Ketaatan ini diukur dengan seberapa besar kesungguhan kita menghadirkan pemberian terbaik pada aspek kehidupan kita. Baik ibadah mahdhah kepada Allah seperti sholat, puasa atau ibadah yang mempunyai dimensi kemanusian seperti zakat, shadaqah, qurban. "Bahkan ibadah dalam menjalankan aktifitas kekhalifahan di muka bumi mengatur bumi ini sesuai dengan perintah Allah SWT," Lilis berharap, semoga esensi dari ibadah qurban ini tidak hanya terbatas pada kegiatan rutinitas tahunan saja, akan tetapi betul-betul bisa kita pahami esensinya sekaligus kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga terbentuk keluarga dan masyarakat yang sejahtera."Dan terbangun negara yang baldatun thoyyibatun warabbul ghofur sebagai buah dari ketaatan kepada Allah SWT agar kehidupan kita selamat di dunia dan di akhirat," katanya.
.
  • p545r2an8i.pages.dev/369
  • p545r2an8i.pages.dev/421
  • p545r2an8i.pages.dev/162
  • p545r2an8i.pages.dev/303
  • p545r2an8i.pages.dev/303
  • p545r2an8i.pages.dev/303
  • p545r2an8i.pages.dev/299
  • p545r2an8i.pages.dev/201
  • apa saja keutamaan memberi